
Kampung batik Laweyan ialah Salah satu kawasan Heritage dikota Solo yang saya kategorikan “must to see”. Kampung Batik Laweyan merupakan tempat favorit turis baik lokal maupun mancanegara. Laweyan merupakan kawasan tua di kota Solo yang sangat penting dan terkenal karena hasil budaya yang sangat menarik yaitu kain batik. Pengunjung dapat langsung membeli kain batik yang tersedia di penjuru sudut gang Kampung Batik Laweyan.
Batik merupakan karya seni tradisional yang banyak ditekuni oleh masyarakat Laweyan Solo sampai sekarang. Laweyan merupakan kawasan sentra industri yang sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang 1546 M. Suasana kegiatan membatik di Laweyan tempo dulu banyak didominasi oleh keberadaan para juragan batik sebagai pemilik usaha batik.



Ratusan Bangunan kuno berjajar rapi menyambut kita dengan senyum tuanya disepanjang jalan dan lorong-lorong kampung ini. Kampung laweyan memiliki banyak lorong-lorong sempit yang memisahkan satu rumah dengan yang lain, akibat dari banyaknya benteng/pagar tinggi bangunan-bangunan rumah milik para saudaga batik yang ingin memperoleh keamanan maupun Privacy di tanah kekuasaan tempat tinggalnya, tentu saja Lorong-lorong ini menawarkan hal baru yang siap kita jelajahi, dan jangan bayangkan lorong-lorong dikampung ini seperti gang-gang sempit dikota besar seperti Jakarta dan Surabaya yang kumuh dan jorok, namun bersiaplah memasuki suatu kawasan surga wisata sejarah yang akan membawa kita mengingat memory masa-masa pra-kemerdekaan yang kental disini.
Dengan bentuk arsitektur, kemewahan material, dan keindahan ornamennya, seolah para raja batik zaman dulu ingin menunjukkan kemampuannya untuk membangun istananya. Tentu saja tak semuanya bisa membangun istana yang luas, karena di kanan-kiri rumah mereka adalah lahan tetangga yang juga membangun istananya sendiri-sendiri. Alhasil, perkampungan Laweyan juga dipenuhi dengan berbagai istana mini, dipisahkan tembok-tembok setinggi 3 meter hingga 5 meter, dan menyisakan gang-gang sempit. Menelusuri lorong-lorong sempit di antara tembok tinggi rumah-rumah kuno kampung Laweyan, kita seolah berjalan di antara monumen sejarah kejayaan pedagang batik tempo dulu.
Memasuki kampung Laweyan, hampir seluruh rumah penduduk yang umumnya berukuran besar dan megah merangkap fungsi sebagai showroom batik. Mulai dari batik seharga puluhan ribu hingga jutaan rupiah bisa dibeli disini. Beberapa tempat bahkan menawarkan kesempatan untuk melihat langsung proses pembuatannya. Bagi yang ingin belajar membatik, jangan khawatir karena ada paket kursus singkat yang juga tersedia.
Masuk semakin dalam, tembok-tembok tua dan tinggi berdiri kokoh mengapit gang sempit. Dibaliknya berdiri istana para saudagar batik tempo dulu. Pada masa kejayaannya beberapa ratus tahun yang lalu para saudagar batik ini memang kaya raya, bahkan melebihi kekayaan para bangsawan kraton. Dengan kekayaannya itu, mereka berlomba-lomba membangun istananya masing-masing. Sebagian besar usaha para saudagar ini masih diteruskan oleh generasi berikutnya hingga sekarang. Memasuki showroom batik mereka, kita akan mendapatkan bonus tersendiri. Berbelanja batik sambil menikmati istana megah dengan arsitektur Jawa Kuno yang indah dalam pengaruh gaya Eropa, China dan Islam.
Sebagai kawasan cagar budaya, dilokasi tersebut banyak ditemukan situs-situs bersejarah antara lain Masjid Laweyan, makam Laweyan, Langgar Merdeka, Langgar Makmoer, rumah dan Museum H. Samanhudi (pendiri Serikat Dagang Islam). Kampung Laweyan didesain sedemikian rupa sebagai upaya untuk mempercantik kawasan dan nyaman bagi para pengunjung yang datang ke Kampung Laweyan.
 |
| Masjid Laweyan |
 |
| Makam Laweyan dimana Ki Ageng Henis, Pakubuwono II, permaisuri Pakubuwono V, Nyi Ageng Pandanaran, Nyi Ageng Pati, Pangeran Widjil I Kadilangu, serta sejumlah tokoh lain, semuanya bersemayam di kawasan itu. |
 |
| Langgar Merdeka |
 |
| Rumah K.H. Samanhudi |
 |
| Museum Samanhudi |
Sebagian besar rumah Kampung Laweyan dibuat sebagian tempat tinggal sekaligus showroom batik-batik yang masyarakat hasilkan. Jarik dengan motif Tirto Tejo dan Truntun merupakan ciri khas utama batik Laweyan, dan beberapa khas batik solo. Selain karena hasil batik yang sangat menajubkan, pengunjung sejenak bersantai dimanjakan dengan musik khas solo seperti Kroncong , karawitan dan rebana. Musik tersebut merupakan jenis kesenian tradisional yang banyak ditemukan di masyarakat Laweyan.
0 komentar:
Posting Komentar